Uni Eropa (UE) berencana membuka penyelidikan terhadap Tesla dan BMW sebagai bagian dari investigasi yang sedang berlangsung usai melonjaknya impor mobil listrik asal China. “Ada banyak spekulasi, tetapi pada tahap ini cakupan penyelidikannya belum diputuskan. Jadi kami sedang melakukan konsultasi pra inisiasi dengan otoritas China dan cakupannya masih harus ditentukan,” kata Valdis Dombrovskis, ketua komisi perdagangan Uni Eropa dalam sebuah pernyataan, Kamis (28/9/2023). “Jadi yang diumumkan pihak komisi adalah tidak hanya mencakup kendaraan listrik merek China saja,” sambungnya.
Sebelumnya, China dan Uni Eropa telah sepakat untuk bertukar informasi mengenai pengendalian ekspor sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan terkait ketidakseimbangan perdagangan dan masalah geopolitik. Kesepakatan itu muncul usai Dombrovskis bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di Beijing pada Selasa (26/9/2023). Dombrovskis mengatakan hubungan tersebut berada di “persimpangan jalan” dan eksportir blok tersebut membutuhkan akses yang lebih baik ke China.
SAH TURUN! Daftar Lengkap Harga BBM Seluruh Indonesia Senin 22 Januari 2024, Cek Pertalite Pertamax SAH TURUN! Daftar Lengkap Harga BBM Seluruh Indonesia Minggu 21 Januari 2024, Cek Pertalite Pertamax Uni Eropa Buka Penyelidikan Terhadap Tesla dan BMW di Tengah Meningkatnya Impor Mobil Listrik China
SAH TURUN! Daftar Lengkap Harga BBM Seluruh Indonesia Selasa 23 Januari 2024, Cek Pertalite Pertamax Kunci Jawaban IPA Kelas 10 Halaman 132 Kurikulum Merdeka: Menghitung Besaran, SI, dan Dimensi Halaman all Jabatan 114 Perwira Tinggi TNI Dimutasi dan Dirotasi Panglima, Pangkoarmada dan Danpuspom Diganti
Uni Eropa Ingin Batasi Pengaruh Asing Terhadap Pemilu Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 88 89 Kurikulum Merdeka: Teks Negosiasi Halaman all “Hubungan kita perlu diseimbangkan kembali agar bisa saling menguntungkan, berdasarkan transparansi, keadilan, prediktabilitas, dan timbal balik. Saya senang kami membuat kemajuan dalam mengatasi beberapa masalah akses pasar,” kata Dombrovskis.
Kedua belah pihak juga sepakat untuk meningkatkan transparansi rantai pasokan bahan mentah dan sedang mempertimbangkan “mekanisme” baru untuk melakukan hal tersebut. Sebagaimana diketahui, hubungan antara China dan Uni Eropa telah memburuk dalam beberapa waktu terakhir menyusul adanya penyelidikan yang dilakukan komisi Eropa terkait melonjaknya impor mobil listrik asal China yang memicu kekhawatiran akan masa depan produsen mobil Eropa. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan Eropa terbuka untuk kompetisi, tetapi “tidak untuk perlombaan menuju titik terbawah”.
“Pasar global kini dibanjiri mobil listrik yang lebih murah dan harganya dibuat tetap rendah karena subsidi negara yang sangat besar,” kata von der Leyen ketika berbicara di hadapan Parlemen Eropa pada Rabu (13/9/2023). “Jadi saya dapat mengumumkan bahwa komisi tersebut akan melakukan penyelidikan anti subsidi terhadap kendaraan listrik yang berasal dari China,” sambungnya. Uni Eropa sendiri menetapkan bea masuk sebesar 10 persen pada mobil yang diimpor dari China, lebih rendah jika dibandingkan dengan bea masuk sebesar 27,5 persen untuk Amerika Serikat. Di saat itu pula pabrikan China mulai mengambil keuntungan dengan mendapatkan pijakan yang signifikan di pasar Eropa.
