Bisnis

IHSG Menguat Sepekan di Saat Rupiah Terdepresiasi 7 Pekan Terakhir

Analis pasar modal Lanjar Nafi mengatakan, pasar saham menguat selama sepekan, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,52 persen. Penguatan ini dikarenakan saham saham sektor energi dan material dasar alami trend positif di tengah naiknya harga komoditas. Sementara, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terdepresiasi 0,07 persen melanjutkan trend negatif selama 7 pekan terakhir.

Meskipun demikian, depresiasi nilai tukar rupiah mulai menipis setelah adanya capital Inflow yang mulai terjadi di pasar saham dan obligasi. "Hasil RDG Bank Indonesia yang menetapkan suku bunga dan membuat instrumen baru yakni Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai alat intervensi menjadi katalis positif," kata Lanjar. Ditinggal Pengemudi Isi E Toll, Mobil Jalan Sendiri, Tabrak Pembatas, Terbakar di Gerbang Tol Sadang

Proyek Terowongan Disegel BPKAD Kaltim, Andi Harun: Harusnya Pemprov Dukung Penuh Harta Kekayaan Para Petahana DPRD Provinsi Kalbar Dapil Sambas, Ada yang Ratusan Tanah! Terkuak Kebohongan Pelaku Carok 2 Vs 4 di Madura, Adik Dijebak Lawan Pendekar : Taunya Dipukul Halaman all

Kecelakaan Maut, Suami Istri Tewas saat Berlibur di Bali, Motor Rem Blong Tabrak Pembatas Jalan Briptu Anumerta Alfando Steve Karamoy Gugur di Tangan KKB, Pemprov Papua Tengah Berduka Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 170 174 Kurikulum Merdeka: Penilaian Pengetahuan Bab 6 Halaman 4

Dia menambahkan, selama sepakan, pasar obligasi terkoreksi tipis iringi terkoreksinya pasar obligasi Amerika, di mana imbal hasil obligasi acuan tenor 10 tahun Indonesia naik 2,4 basis poin. "Investor secara global menanti petunjuk baru mengenai masa depan tingkat suku bunga The Fed pada pidato Jerome Powell di Simposium Jackson Hole sembari mencerna beragam komentar pejabat The Fed yang cenderung menginginkan suku bunga tetap tinggi," pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *